Mengenal Preschooler

     



Preschooler, makhluk kecil kira2 sekitar 100cm tingginya penuh tanya di dalam otaknya, rasa penasaran, memiliki daya eksplorasi yang tinggi. Kebayang kan modelnya kayak gimana.
     Ilustrasi (anak pertama cowok usia kira-kira 4th), sang ibu bekerja dari pagi sampe sore. Ayahnya harus menjaga seorang adik sekitar usia 1th. Switch peranan dalam rumah tangga sepertinya.
     Kembali jadi si preschooler ini suka nggak nyambung dengan pertanyaan yang diberikan, suka mukul temannya, buang mainan, mengejek teman, mengulang pertanyaan yang sama sampe berkali-kali. Udah dijawab juga pasti akan tanya hal yang sama. Nah terus gimana solusinya?

1. Jawaban nggak sesuai pertanyaan
Ibu : "Mas A tadi disekolah makan apa?"
Mas A :" aku tadi main sama M. Main robot-robotan."
Nah lho nggak nyambung kan

     Coba kita flashback mungkin pas kita tanya bisa jadi dia baru pulang main atau lagi nggak fokus karna suara TV terlalu kenceng.

     Taruh dulu yuk HPnya, ajak si kecil ngobrol bentar cuma semenit kok untuk dapetin jawaban yang pas. Ajak duduk bersama, pastikan dia menatap mata kita. Lalu tanyakan apa yang ingin kita tau darinya. Kenapa harus menatap mata? Itu untuk meningkatkan konsentrasi anak ke lawan bicaranya. Menatap mata lawan bicara juga manner yang harus diketahui oleh anak sejak dini. Yuk deh biasakan mulai sekarang

2. Suka mukul teman
     Wah kalo sudah main tangan gini kita juga gemas kan. Jangan jangan anak kita juga jadi korban lagi. Sepengalamanku sih ketika ada anak kecil yang mukul temannya orang tua yang ada di TKP hanya bilang "sudah nak" , "jangan mukul mukul toh" , "anak kok nakal sih! Suka pukul teman".

Terus solusinya gimana?

     Ketika anak memukul temannya, pasti dia punya alasan tersendiri kenapa dia melakukan itu. Ajak anak berbicara 4 mata untuk membicarakan hal ini. Ah, ngomong sama anak kecil kok 4 mata. Masih kecil dia, mggak bakal ngerti kalo diajak ngomong 4 mata. Hmmm... mereka memang masih anak-anak tapi mereka juga punya harga diri. Siapa sih yang pengen dimarahin di depan umum. Nggak ada donk, yang ada malah malu, makin kesel, alhasil malah tantrum.

     Tanyakan alasannya dia memukul teman. Dengan begitu kita tahu cerita versi dia. Berikan pengertian kalo memukul itu hal yang tidak baik, kasih solusi juga seperti "nak, mukul teman itu nggak baik. Dipukul itu sakit lho, kamu mau dipukul sama temanmu? Tangannya dipake buat bersalaman, tepuk tangan dan menolong saja ya". Ya, meski terkesan rada kaku di awal. Tapi coba deh biasakan untuk bicara seperti itu ke anak. Dia akan belajar untuk lebih baik lagi.

     Intinya semua orang bahkan anak kecil akan merasa bingung jika kita hanya melarang. Jadi sematkan solusi di dalam pembicaraan kalian.

3. Tanya terus
     Kalo usia preschool (3-5th) emang lagi banyak pertanyaan banget. Tapi pertanyaan apa dulu yang ditanyakan dan jawaban apa yang seharusnya kita berikan. Gimana kalo si kecil tanya pertanyaan yang sama dan diulang terus. Kesel donk. Caranya gimana biar dia tanya 1x aja?
     Gini nih, pas anak kita tanya "ibu habis ini kerja?" Lalu kita jawab "iya mas, habis ini kerja" tapi dalam kondisi sibuk misalnya nyuci piring, ngambil helm, nyapu atau apapun itu. Pasti si anak akan tanya lagi ketika kita melakukan pekerjaan lain. Coba deh hentikan aktivitas kita sejenak. Ajak si kecil duduk berdua dan kasih pengertian kalo bunda mau kerja.
"Ibu habis ini kerja?"
"Iya mas, sini yuk ngobrol sama ibu."
"Ibu habis ini kerja dulu ya, mas sama adek main sama uti dulu ya. Nanti sore ibu pulang kerja, kita bisa main bersama. Oke?"
"oke ibu, nanti sore kita main lagi ya"

     Dengan begitu si anak tau bahwa sebentar lagi ibunya berangkat kerja.
Duh kenapa sih mesti gitu dulu. Anak kita juga butuh perhatian dan pengertian dari kita. Jadi usahain ngobrol meski cuma semenit. Semenit nggak akan bikin kita terlambat ke kantor kok. Daripada si anak tantrum dalam kondisi kita berangkat kerja. Yang ada malah kerja nggak tenang.

     Kalo semisal anak tanya tentang hal yang dia udah tau gimana? Balikin pertanyaan ke dia dengan memberikan clue.

"Ibu, itu kenapa kok dia nangis" padahal dia baru lihat kalo temannya jatuh.
"Wah kenapa ya, kakinya berdarah itu mas. Coba kita cari tau sama-sama"
"Tadi dia jatuh pas lari-lari disini bu."
"Oh karna lari-lari ya dia jatuh"
"Iya sampe kakinya berdarah"

     Nah, jadi nggak semua pertanyaan kita yang jawab. Balikin pertanyaan ke anak dengan memberika clue.
Mungkin itu cuap cuap kita hari ini.

Half a conversation is listening

Comments

Popular Posts