Eyes on Me



Hal sepele yang sering orang tua/ guru lakukan terhadap anak. Tidak membiasakan berbicara dengan kontak mata.
Mengapa itu perlu? Karna jika sedini mungkin anak diajak untuk berkonsentrasi saat berbicara akan sangat membantu meningkatkan rentang konsentrasi ketika mengerjakan sesuatu dikemudian hari.

Contoh kasus : "Ma, ayo kita jalan-jalan." minta si anak. Lalu si ibu menjawab sembari membalas pesan WA dari temannya "iya bentar toh dek, habis ini kita berangkat". Anakpun akan bertanya berulang-ulang seolah memancing rasa kesal kita. Bukankah kita juga memancing rasa kesal anak, dengan menjawab ala kadarnya. Ah, yang penting aku sudah kasih tahu kalo sebentar lagi berangkat.

1. Anak usia dini masih belum bisa mencerna hal yang abstrak seperti "habis ini kita berangkat".
2. Sangat perlu mengajaknya bicara dengan kontak mata. Supaya pesan yang kita berikan bisa tersampaikan dan diterima dengan baik.

Yang disayangkan ketika anak usia 3-5th belum juga dapat menerima pesan yang kita sampaikan atau belum memahami perintah sederhana. Kita menganggap itu hal yang wajar karena mereka masih kecil. Setelah beberapa tahun kemudian melihat teman sebayanya sudah bisa memahami perintah dan menerima pesan yang kita sampaikan. Yang terucap hanyalah rasa sesal. Apakah tidak sulit mengaduk adonan semen yang hampit mengering?

Lalu bagaimana seharusnya?
Ajak anak untuk menatap mata kita saat bicara. Lalu sampaikan pesan "tunggu 5 menit ya, ibu akan ganti baju dulu. setelah timernya berbunyi kita akan berangkat jalan-jalan". Anakpun tau, ketika timer berbunyi waktunya jalan-jalan. Percayalah dia akan sabar menunggu dering timer.

Comments

Popular Posts