Happy Parenting



Mendidik anak bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu, ayah juga berperan besar di dalamnya.
Komunikasi adalah syarat utama menjalin hubungan yang baik antara orang tua dan anak.

Rumah adalah wadah yang paling nyaman untuk berdiskusi antar anggota keluarga.
Tapi kadang miris ketika fungsi rumah dialihkan menjadi semacam bandara yang hanya diperuntukkan untuk take off & landing (sederhananya : tempat parkir) diri dari hiruk pikuk rutinitas.

Orang tua mulai tak peduli dengan kondisi anak dan memilih memperlombakan anak di ajang persaingan sengit antar orang tua yang memamerkan kemampuan anaknya tanpa bertanya hal apa yang paling disukai anak, apa keinginannya ketika dewasa nanti.

Kapan terakhir orang tua mengawali percakapan "nak, bagaimana harimu? Kamu terlihat lelah. Kita ngeteh bersama yuk sambil bercerita di teras"

Ketika ada beberapa orang tua yang menyangkal kondisi seperti ini. Saya semakin iba dengan anak-anak mereka. Karna untuk orang tua macam ini merasa kebutuhan anak hanyalah materi. Bahkan mobilpun butuh perhatian, tak hanya diisi bensin.

Meluangkan 10 menit waktu untuk ngobrol dengan anak tak akan menambah lelah.

Jika anak tak memiliki tempat untuk menyandarkan keluh kesahnya dari kegiatan sekolah dan problem kehidupannya. Mereka akan berusaha mencari tempat yang nyaman dimana mereka dipedulikan. Kita hanya akan jadi yang kedua atau tidak diprioritaskan. Mungkin itu salah satu penyebab anak lebih terbuka dan dekat temannya. Mereka merasa diterima oleh teman-temannya.

Janganlah kita menyesal ketika semua sudah terjadi dan mereka tak lagi mudah untuk diarahkan. Mumpung adonan semen tadi belum mengeras, baiknya kita aduk dan segera membenahi hal yang salah.

Be who you needed when you were young

Comments

Popular Posts