Adsme

Uncontrollable Gadget


Ketakutan orang tua pada anak jaman sekarang ketika mereka sibuk dengan HP/ game. Sebagian besar orang tua akan setuju. Mari kita mundur beberapa waktu kebelakang. Bukankah kita yang memberi mereka kesempatan untuk bermain game. Percayalah kadang kita mementingkan urusan kita dan menenangkan anak dengan gadget (agar anak tenang, kita fokus dengan kegiatan kita).

Ada sanggahan dari orang tua "saya nggak pernah ngajari anak saya main game". Tapi mereka memberi kesempatan dengan membiarkan anak.

Pembiaran pertama : ketika anak dapat uang saku hari raya, mulailah mereka merengek minta HP. Karna orang tua yang terlalu baik namun tidak bijak. Dibelikanlah HP itu dengan alasan "ini kan uang yang mereka dapat dari sanak saudara, sesekali menyenengin anak gapapa"

Pembiaran kedua : ketika anak mulai melalaikan tugasnya sebagai pelajar dan bahkan sebagai manusia (lupa makan, lupa mandi, lupa mengerjakan PR, lupa membereskan rumah) kita lalai untuk mendisiplinkannya. "ah aku tak mau terlalu kejam kepada anakku, biar saja dia menikmati masa-masa bermainnya". Anak memang butuh bermain (disertai sosialisasi) bukan bermain dengan diri sendiri. Seimbangkanlah kehidupan anak-anak dengan mengajarinya bersosialisasi. Bersenang-senang itu perlu, tapi tanggung jawab bukan berarti dilalaikan.

Pembiaran ketiga : membiarkan kebiasaan buruk itu berlanjut. Pada akhirnya mereka (orang tua) hanya akan marah dipenghujung sabar dan berkata "anak itu susah dibilangi". Bukankah kita juga kesal ketika kita melakukan kesalahan tak pernah diperingatkan sama bos dan akhirnya di pecat tiba-tiba. Manusia itu memang memiliki sifat pelupa, tak ada salahnya kita mengingatkan mereka terus menerus. "aku tak mau dianggap ibu yang cerewet"

Mungkin kita bisa mencoba beberapa cara. Beri mereka waktu untuk bermain game/ nonton TV (sekian jam per hari). Jika anak anda masih kecil dan belum bisa mengenal konsep waktu, anda bisa menggunakan timer untuk menunjukan waktu pada anak.

"Ibu seting 10 menit ya untuk main game. Kalo timer ini berbunyi artinya adek sudah harus mematikan game dan bergegas mandi untuk mengaji". 

Jadi anak akan mudah memahami kapan waktunya untuk berhenti main game/ nonton TV.

Gadget sebenarnya sebuah pelampiasan karna kurangnya perhatian atau memang ada orang tua yang sengaja menggiring anaknya hanyut di dunia gadget. Jadi buat para orang tua yang pengen anaknya mengurangi waktu bermain gadget, mungkin bisa dimulai dengan memberi contoh terlebih dahulu kemudian bersiap untuk menyediakan kegiatan.

Ajak mereka ngobrol tentang apa yang diminati/ dicita-citakan atau sekedar obrolan santai orang tua muda kepada anaknya. Alihkan waktu bermain gadget dengan aktivitas yang lebih produktif. Beri mereka tantangan (pada dasarnya setiap manusia suka tantangan/ hal baru) dan kewajiban. Didik mereka untuk mandiri, bersosialisasi, melakukan pekerjaan domestik (rumahan), jangan menjadikan diri sendiri pembantu dengan melayani semua kebutuhan anak yang seharusnya sudah bisa ia kerjakan sendiri. Beri kesempatan pada anak untuk bisa mempraktekan kemandiriannya. Disiplinkan mereka dengan reward dan punishment. Jika anda enggan mendidik anak anda sedini mungkin, kelak ketika mereka dewasa akan lebih merepotkan anda. Bukankah membentuk adonan semen basah lebih mudah ketimbang semen yang mulai mengeras?



Half a conversation is listening

Comments

Popular Posts

Sweet