Adsme

Ide Acara Akhir Tahun

Desember tiba, jeng jeng jeng. Libur akhir tahun ini memang paling banyak ditunggu sama orang kantoran dan anak sekolah. Libur panjang biasanya, tapi ada juga yang mengambil sisa cuti tahunan. Biasanya dimanfaatkan untuk berpergian keluar kota. Wah udah pada booking tiket pesawat, kereta api, hotel, atau ada yang pengen touring pake motor? Boleh boleh aja kok yang penting tetep safety first ya.

Mungkin ini sedikit berbeda dengan kebanyakan orang. Aku kurang begitu menikmati liburan akhir tahun dengan bepergian ke kota lain. Pertama, macet dimana-mana jadi yang ada nggak bisa menikmati indahnya kota tujuan. Kedua, pasti semua orang menghabiskan waktu ke beberapa kota wisata, jadi pasti rame rasanya nggak ada space untuk kita dan kemriwek. Ketiga, harga makanan dan transportasi biasanya akan melonjak kalo pas high season begini jadi harus nabung lebih. Mungkin ada yang sependapat.


Beberapa tahun lalu aku masih suka mendaki gunung. Tapi aku jarang banget ngabisin liburan panjang dengan mendaki gunung. Soalnya entah karna apa tiba-tiba banyak banget orang yang suka mendaki gunung. Padahal dulu kalo aku mendaki gunung cuma ada beberapa gelintir orang yang terlihat. Sekarang naik gunung aja bisa macet. Pokoknya tips buat kalian yang baru mendaki gunung, jangan mendaki pas high season (libur lebaran, libur natal, libur panjang, libur semesteran) lebih baik ngambil cuti tahunan aja kalo pengen menikmati kesunyian hutan. 


Aku sih biasa ngabisin akhir tahun dengan makan-makan dirumah. Mencoba resep berbagai masakan dari beberapa belahan dunia. Mengundang beberapa teman dekat dan makan bersama, ngobrol, nonton film dan main kembang api di depan kosan (waktu masih ngekos). Tapi pernah lho suatu kali aku cuma tidur doank sambil nonton drama korea. Jiahhhh hahaha. Menikmati kembang api dari loteng kos-kosan.


Tapi tahun ini sepertinya aku akan mencoba beberapa resep masakan korea, mengundang beberapa teman untuk datang kerumah.


Sepertinya ada referensi makanan korea yang cocok untuk dinikmati di akhir tahun :


Jjimdak, rasanya kayak semur ayam tapi kental. Ada ayam, kentang, kue beras, irisan cabe merah, bawang bombay, bihun dan keju mozzarella. Pokoknya ini cetar.




Bibimbab, nasi campurnya orang korea yang literally di campur sebelum di makan. Yang paling sederhana dengan topping ; wortel, acar timun tipis, rebusan sawi sendok, rumput laut, tuna mayonnaise, irisan tipis kubis dan gochujang. Yang wajib ada itu side dish ; kimchi (fermentasi sawi putih), danmuji (acar lobak), myeolchi bokkeum (ikan teri yang di goreng dan dibumbui asin, manis, sedikit pedas), kongnamul muchim (fermentasi tauge semacam kimchi tapi nggak kecut) dan sup biar nggak keseretan.




Tteokbokki, ini yang paling cocok sama lidah orang Indonesia. Kalo pengen tahu rasanya mirip banget sama cilok yang dikasih saus pedes. Cuma bedanya tteokbokki terbuat dari tepung beras dengan campuran kanji. Next time aku kasih resepnya biar bisa bikin sendiri. Lalu yang bikin enak dari tteokbokki itu biasanya disajikan bersama twigim (gorengannya orang korea), jenisnya juga beragam dari mulai udang, gurita, cumi goreng, gulungan bihun dibalut rumput laut goreng, labu kuning goreng (kayak ubi goreng). Belum lagi ada odeng, fish cake nya orang korea. Uuuuhhh enak banget dinikmati pas hujan, apalagi akhir tahun identik dengan hujan.



Chikin, wah kita akan melemak bersama ini. Chikin itu ayam goreng tepung yang dikasih bumbu kentang goreng terus di kocok dalam suatu wadah sampe semua bumbu kentang aneka rasa itu melekat. Ada juga yang digoreng pake madu atau saus pedas manis. Tapi yang paling penting chikin ini nggak dimakan pake nasi. Cuma digado aja dicolek pake saus, mayonnaise, acar lobak, suwiran daun bawang. Enak pokoknya kalo dimakan sambil nonton film.


Sepertinya semua hidangan ini cocok untuk dimakan saat akhir tahun sambil menunggu kembang api.

Kalo kalian punya rekomendasi makanan atau tempat liburan yang cocok untuk akhir tahun, jangan lupa komen dibawah ya. Atau mungkin ada yang mau bergabung pas akhir tahun. Pasti sangat menyenangkan.

Life is measured by how you lived it, not by the years.

Comments

Popular Posts

Sweet