Never Stop Listening



Photo : go natural english

Nggak kerasa udah dipenghujung tahun 2018. Berasa makin tua dengan bertambahnya usia. Sejajar dengan pengetahuan kita yang juga bertambah. Pengetahuan didapat dari pengalaman dan input dari orang lain.

Hal mudah untuk mendapatkan input dari orang lain dengan cara mendengarkan. Ya, kan nggak ada ceritanya angka 10 di rapor pas jaman sekolah, paling mentok juga 9. Intinya sih nggak ada yang sempurna, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing. Kita butuh orang lain untuk menutup kekurangan dan melengkapi hidup kita. 

Mendengar mungkin terkesan mudah, tapi juga sulit. Jika kita percaya terhadap orang yang memberi masukan atau orang memiliki prestasi cukup tinggi sangat mudah rasanya untuk mendengar saran darinya. Tapi ada hal yang membuat mendengar jadi terkesan sulit, ketika kita tidak mengenal, tidak percaya, meremehkan, bahkan yang lebih parah lebih membenci orang tersebut. Bahkan ketika ada masukan bagus dan mungkin sangat membantu kita bisa jadi kita memilih cara sebaliknya hanya karena kita tidak suka dengan orang yang memberikan saran (subyektif).

Lalu bagaimana solusi untuk mulai mencoba mendengarkan? Pertama, beri kesempatan orang lain untuk memberi masukan ke kita. Kedua, miliki kontrol untuk menentukan saran itu baik, cocok atau tidaknya bisa kita implementasikan pada diri sendiri. Ketiga, merendahkan hati untuk menerima cerita atau masukan dari orang lain. A half conversation is listening, begitu kata pepatah. Orang lain juga akan lebih mudah mendengar kita ketika kita mau mendengar mereka. Kind of win win solution. 

One the best way to persuade others is with your ears - by listening to them (Dean Rusk)

Comments

Popular Posts