Adsme

Investasi

Sekarang anak muda udah mikir jauh kedepan ya. Nggak kayak kebanyakan orang tua jaman dulu yang nyuruh anaknya nabung. Udah saatnya melek informasi tentang keuangan, manajemen, investasi jangka panjang, peluang usaha. Pokoknya kalo nggak bisa ngikutin jaman bakal kelibas habis sama raksasa keuangan. Kita kerja dari pagi sampe sore bahkan malem juga nggak mungkin kalo nggak punya ekspektasi untuk memiliki sesuatu. Bahkan MENABUNG BUKAN LAGI TREND di masyarakat saat ini. Banyak yang sudah beralih ke investasi baik berupa saham, reksadana, emas, obligasi dan deposito.


Rasanya kalo lihat iklan saham itu tergiur banget kan ya, bisa investasi dengan jumlah uang sekian beberapa tahun kedepan dapet sekian kali lipat. WOW. Yang jelas SAHAM itu BUKAN JUDI. Siapa yang nggak mau nyemplung kalo ada kolam duit kayak gitu. Duit emang bukan segalanya sih, tapi segalanya masih butuh duit. Iyalah parkir aja butuh duit, coba deh bayar parkir pake daun. Pengen tau itu motor selamet nyampe rumah apa nggak. lol. Udah banyak lho orang yang mulai menanam modal lewat saham. Tapi entah mengapa meski pernah berkecimpung dan banyak belajar tentang keuangan dan penanaman modal saat kuliah. Kok kurang sreggg aja sama saham. Bukan berarti saham nggak aman lho yah, tapi kurang SREG aja. Pernah nonton filmnya Merry Riana kan, yang dia main saham lewat HP itu. Nah kayak gitu bentukannya, rada pusing aja sih kalo harus mempelajari laporan keuangan perusahaan yang sahamnya kita beli, meski sebenernya sudah ada broker. Belum lagi harus mantengin pergerakan saham bisa stres dan jantungan kalo buatku gini. Keuntungannya memang besar tapi resikonya juga seimbang. Sementara ini aku masih mencoba mencari dan menganalisis mana yang cukup aman dan resikonya cukup kecil untuk ukuran keuanganku dan suami. Jadi untuk saat ini, keempat poin ini bisa jadi pertimbangan buat kalian yang mau berinvestasi.

1. Deposito berjangka


Semacam menabung tapi kita DIPAKSA untuk MENABUNG dalam jumlah tertentu dalam kurun waktu yang sudah disepakati bersama. Hampir semua bank yang dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) sudah membuka deposito berjangka untuk para investor. Sampai saat ini deposito masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat sekitar. Selain terjamin, cara mengaksesnya cukup mudah.

2. Reksa dana


Sebuah wadah berkumpulnya para investor untuk berinvestasi. Prosesnya sederhana, reksa dana mengumpulkan uang para investor untuk diinvestasikan dalam bentuk saham, obligasi, pasar uang, dsb. Lalu siapa yang mengelola, MANAJER INVESTASI. Untuk bisa berinvestasi di reksadana cukup mudah. Bisa melalui online lho, iya seperti TOKOPEDIA, BUKALAPAK, dan sejenisnya membuka reksa dana mulai dari 10.000 rupiah. Solusi buat ibu-ibu yang bingung mau naruh kemana uang sisa belanja bulanan, daripada cuma jadi tas yang dimakan rayap kalo nggak dipake mending lari kesini. Selain mudah mengaksesnya, keuntungannya yang lumayan juga dijamin keamanannya.  

3. Emas


Idola jaman nenek saya, kalo punya emas itu pengennya disimpen buat anak cucu. Memang sih harga emas semakin kesini juga fluktuatif mengikuti harga pasar. Jadi kalo kalian beli emas tahun 2009 seharga 300ribu/gram, 2019 harganya sudah mencapai 600ribu/gram. Selama 10tahun harga emas naik dua kali lipat. Tapi tetep harus sabar nunggu sepuluh tahun untuk jadi sekitar dua kali lipat. Meski sudah bukan jadi idola jaman sekarang apalagi kaum milenial, tapi masih ada yang tetep menginvestasikan uangnya dalam bentuk Emas. Rasanya kurang greget untuk investasi emas bagi kalangan kawula muda. Pasar emas masih dikuasai sama ibu-ibu gen baby boomers dan gen X. Generasi Y dan Z cenderung memilih saham, reksadana, valuta asing. Emas yang saya maksud adalah emas batangan. Kalo emas yang biasa dipake sama ibu-ibu biasanya nilai tukarnya agak lebih rendah dari emas batangan.

4. Simpanan Dollar


Ini bukan pasar valuta asing atau semacamnya. Tapi karna pergerakan Dollar Amerika yang naik turun rasanya perlu dimanfaatkan untuk simpanan kita di masadepan. Selain karna kebutuhan untuk tinggal di negeri tetangga dalam beberapa saat, memiliki Dollar aku anggap aman untuk berjaga-jaga. Kalo pas dollar turun, segera koleksi biar kalo suami ditugaskan keluar negeri lagi nggak repot nyari Dollar yang harganya naik turun. Kenapa Dollar US? Iya karna sebagian besar negara yang pernah kita kunjungi HANYA mau menerima uang dari negara tersebut atau Dollar US.

Kaum milenial sudah seharusnya melek informasi dan teknologi, banyak hal yang sungguh sangat mudah kalo kita mau meluangan waktu untuk menggali informasi. Semua akses bisa dijangkau hanya melalui HP. Jadi sudah nggak jaman namanya kurang update atau nggak melek informasi apalagi tentang keuangan. Semua hal nggak ada yang instan, butuh proses. Menjadi bijak diusia muda itu tidak mudah, banyak godaan apalagi lifestyle. Tapi kata Bob Sadino kalo kita mau menikmati masa tua kita, kita harus bekerja keras saat muda.

Gali informasi sebanyak-banyaknya, diskusi dengan pasangan dan ahli keuangan, siapkan dana untuk investasi, mari kita berproses dan menunggu hasilnya.

Dari keempat investasi yang minim resiko ini, mana yang akan kalian pilih? Kasih tau alasannya ya di kolom komentar.



Comments

  1. Paling seneng deh kalau ada yang bahas tentang investasi, apalagi instrumen saham dan reksadana, krn saat ini instrumen yg digemari generasi milenial saat ini, saya akui saya terlambat utk mengenal investasi, tpi buat masa depan ga ada kata terlambat ya kan? Btw menurut saya utk jadi investor dgn menabung saham kita gak perlu terus2an mantengin harga saham setiap saat, cukup lihat laporan keuangannya saja dan juga prestasi perusahaan itu sendiri, tapi klo memang mjd trader ya mau gak mau pantengin trus, jd jangan ragu dgn yg namanya saham. Oiya klo deposito berjangka yg bikin profit ada tuh mba di reksadana terproteksi namanya, tp profitnya lebih besar dibanding deposito kalau kita simpan di bank :) cmiiw ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, nggak ada kata terlambat untuk masa depan. Iya begitulah keyakinanku tentang sebuah investasi. Belum berani ambil resiko besar. Meski keuntungannya besar. Suka yang aman-aman saja, dengan minim resiko. Brarti mbak investasi di saham sekarang?

      Delete
    2. Iya invest di RD dan saham, coba aja RD dulu mba RD jenis Pasar Uang yang paling ringan :)

      Delete
  2. Kalau yg minim resiko Reksadana dan emas, saham itu tinggi resiko

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts

Sweet