Adsme

Start Adulting

Ada nggak sih cara memulai untuk jadi dewasa? Belum kutemukan sejauh ini. Waktu ini anaknya siapa sih kok segitu cepat memakan kehidupan ini. Sebangsa sama rayap kali ya, yang nggak tau datengnya darimana dan tiba-tiba udah bikin keropos kusen pintu rumah. Pernah nggak sih flashback pas lagi ngerayain ultah kok kayaknya baru kemarin tiup lilin di depan temen-temen pas sweet seventeen. Eh sekarang udah harus kerja dengan rutinitas yang itu itu aja. Berangkat pagi, kerja, makan siang, lanjut kerja, pulang dan istirahat. Berulang selama weekday. Cukup menyenangkan jika bisa menikmati weekend. KOK KAYAKNYA HIDUP GITU GITU AJA YA?


sumber : pinterest


Pas waktu kecil aku pengen banget lho segera jadi orang dewasa. Buatku jadi orang dewasa itu keren. Bekerja dan menghasilkan uang. Mau apa aja bisa, kemana-kemana nggak perlu ijin, mau pulang malem juga terserah. Beda dengan anak kecil yang semuanya harus diatur. Ternyata jadi anak kecil cukup membosankan, apalagi dengan kontrol orang tua yang begitu besar. Semua punya batas dan hanya menerima NASIB. Tapi ternyata menjadi dewasa juga TAKDIR. Takdir yang cukup rumit kalo kita nggak kreatif memaknai kehidupan ini.

Orang dewasa itu kaku lho kayak kanebo kering, sampai kadang mereka melepaskan tawa padahal guyonan yang biasa aja. Mungkin banyak hal yang perlu dipikirkan dan ambisi untuk diri sendiri yang begitu besar sampai mereka lupa tertawa. Pantes aja sekarang banyak audisi komika. Menjadi orang dewasa butuh modal besar ya ternyata. Dari banyak poin start adulting, mungkin ini intinya

sumber : pinterest


Pertemanan
Penting nggak sih memilih teman. PENTING. Oke mungkin dulu kita diajarkan untuk tidak memilih milih teman, ya itu memang benar tapi tujuannya supaya kita bisa bergaul dengan banyak orang, punya pengalaman yang banyak dan tentu aja pemikiran yang luas. Yang jelas tidak membedakan orang karna bangsa, ras, suku dan agama, Setelah menjadi dewasa aku merasa perlu memilih teman sesuai dengan filterku sendiri. Kalo mau hidup berhemat, nggak mungkin donk kita sering ngumpul sama teman yang suka ngajakin kita ngemall buat belanja ini dan itu. Malah bokek. Tapi jauh sebelum aku memfilter pertemananku, ternyata ada filter pertemanan alami, namanya kondisi dan keadaan. Yang sudah menikah akan berkumpul membentuk kelompok sendiri, membicarakan malam pertama dan kehidupan baru menjadi seorang istri. Yang sudah memiliki anak sepantaran akan mengelompokkan diri sendiri karna mereka merasa cocok untuk membahas hal perihal anak. Para single juga akan berkelompok untuk bepergian kesuatu tempat bersama, menghilangkan penat atas pertanyaan "kapan menikah?". Kukasih bocoran nih, nikah itu bukan goal kok. Sama seperti yang merasa bahwa lulus kuliah adalah pencapaian. Ternyata masih ada step berikutnya, dan masih banyak lagi.

sumber : pinterest


Pengembangan Diri
Capek rasanya jadi orang dewasa yang gitu gitu aja. Semua hal sudah terjadwal tinggal menjalankan saja. Nggak ada bedanya sama robot yang udah diseting buat melakukan banyak hal. Akupun juga capek kok jadi orang dewasa, terlebih jadi seorang ibu rumahan yang kerjaannya nggak kelar-kelar. Eh sama aja sih, sama orang kantoran cuma beda di pendapatan aja. Salah satu cara agar tak membosankan jadi orang yang gitu gitu aja adalah mengembangkan diri. Mengembangkan diri itu perlu lho, selain mengisi waktu luang, kita juga harus bisa menyempatkan diri untuk mempedulikan diri sendiri. Upgrade diri itu perlu, mengasah atau mencoba kemampuan lain yang belum dicoba sebelumnya. Belajar bahasa asing misalnya, atau kurus make up. Kalo aku sih memilih menggambar digital, selain itu memasak juga hiburanku sih kalo kata pepatah sih cooking is an art. 

[baca : digital drawing & 150k makan seminggu].

Tips hemat untuk makan enak, ngintip menunya juga ya. Haha. Tapi diluaran sana masih banyak kok tentang pengembangan diri yang bisa menambah pundi-pundi rupiah. Kalian bisa pilih salah satunya dan masukin ke daftar resolusi tahun ini. Keren kan.

sumber : pinterest


Tabungan/ Investasi
Karna butuh modal yang gede dari mulai ujung kaki sampe ujung kepala, kita juga harus memperbanyak tabungan atau investasi. Karna gaya hidup itu butuh modal jadi rasanya kita nggak mungkin cuma menyisihkan sisa gaji untuk tabungan. Keburu nggak bisa KPR, nggak punya modal nikah, nggak bisa traveling. Sekarang jamannya sih apa-apa serba mudah diakses ya. Bahkan pergi keluar negeri bukan hal yang mewah lagi bagi anak kuliahan. Mereka nggak lagi berlibur di Bali tapi sudah menapakkan kaki ke negeri gingseng, pergi ke Eropa buat nonton bola.

[Ngintip dulu : menjajal 4 musim] biar makin termotivasi buat ngincipin empat musim.

Ah pokoknya serba mudah, dibalik kemudahan itu ada effort yang besar untuk menabung dan berinvestasi. Karna liburan butuh modal.


Yuk kita tarik nafas yang dalam, hempaskan perlahan. Katakan "tak apa, aku bisa menjalaninya, everything is gonna be okay"

Menjadi dewasa yang akan menghabiskan setengah abad adalah perjalanan yang panjang, nikmati saja hidupmu. Hidup bukan untuk membahagiakan orang lain, tapi untuk membahagiakan diri kita. Karna untuk membahagiakan orang lain harus bahagia, jangan sampe berharap banyak dan merasa kecewa karna nggak ikut merasakan bahagia.

[baca dulu biar bahagia : membahagiakan diri sendiri]

Karna yang asyik akan bertemu dengan yang asyik. Yang membosankan akan menyalahkan keadaan.


Comments

  1. Suka banget dengan kalimat terakhir: Yang membosankan akan mengalahkan keadaan :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuu .. daripada ngabisin waktu untuk jadi yang membosankan. Mending menikmati hidup kan. ๐Ÿ˜‰

      Delete
  2. setuju banget mba, hidup bukan untuk membahagiakan orang lain. Setidaknya kita bahagia orang pun akan ikut bahagia kecuali orang itu jealous hehehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. At least kita cukup membantu diri kita sendiri dengan tidak merepotkan orang lain. ๐Ÿ˜‰

      Delete
  3. Pengembangan diri memang selalu dibutuhkan mau berapapun umur kita. Berasa banget, setelah memulai blogging lagi saya seperti menemukan potensi diri yang lain.

    Salam kenal mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. SEMANGAT! mengambangkan diri itu beruntun. Habis bisa ini, pengen itu, pengen belajar terus pokoknya. Padahal dulu kalo disuruh belajar ogah kan. ๐Ÿ˜‚ *ituaku

      Delete
    2. Bener banget hehe, kalau ilmu yang disenangi tidak ada puasnya, tapi kalau dipaksa jadi ogah ya ๐Ÿ˜‚

      Delete

Post a Comment

Popular Posts

Sweet