Adsme

Bahasa Kedua Anak

Jaman sekarang nih apa aja serba BAHASA INGGRIS donk, coba lihat disekitar kita berapa banyak kata atau kalimat bahasa inggris yang kita lihat sepanjang nganterin anak sekolah atau belanja ke pasar. Pernah viral kan penjual sayur yang lancar berhitung dengan bahasa inggris. Sampe nih para orang tua pengen anaknya nggak terlambat mengenal bahasa Inggris. Tapi kita juga harus lihat donk lingkungan yang akan jadi interaksi utama anak kita itu pake bahasa pengantar apa? Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Keseimbangan antara bahasa ibu (utama) dan bahasa kedua itu perlu banget. Ngajarin dan membiasakan bahasa ke anak juga jangan setengah-setengah apalagi kalo si anak masih di rentang usia 0-7th. Harus menentukan arah bahasanya, jangan sampe bingung sama bahasa yang akan dia pakai.

1. Menentukan Bahasa Keseharian


Kita bakal tinggal dimana? Nah ini wajib banget kita pahami sebelum mengajarkan bahasa pada anak. Dimana kita akan tinggal? Di Indonesia, Kanada atau Denmark? Pakai bahasa yang akan sering di dengar oleh anak kita. Iya jelas donk ya pakai bahasa Indonesia karna anak butuh banyak informasi bahasa yang masuk ke memori otaknya.

Lingkungannya seperti apa? Lingkungannya dominan pake bahasa nasional apa bahasa daerah nih. Kita juga harus bisa adaptasi dengan bahasa daerah. Setiap negara juga punya bahasa daerah. Bahkan Korea Selatan juga. Film PANDORA dengan latar belakang di Busan dan film COLD EYES 2013 dengan latar belakang Seoul itu menggunakan aksen yang berbeda. Begitu pula kita yang di Indonesia ada yang pake aksen jawa timuran kayak aku, ada yang pake aksen sunda. Padahal sama-sama pake Bahasa Indonesia. Medoknya pasti kelihatan kok.

Buat yang punya anak masih 0-7th dan masih akan tinggal di Indonesia sampe si kecil usia 7th. Masih bingung mau ngarahin mereka ke bahasa apa. Pilihlah BAHASA INDONESIA sebagai bahasa utama. Karna mereka akan banyak menerima informasi dalam bentuk bahasa Indonesia, kecuali kalian tinggal di lingkungan yang mayoritas foreigner.


2. Bahasa Kedua



Bahasa itu syarat utama untuk melakukan komunikasi. Orang nggak bisa berkomunikasi kalo nggak mengerti bahasa. Jadi setelah bahasa utama dikuasai anak. Kita pasti pengen donk membiasakan bahasa kedua. Bahasa Inggris masih jadi bahasa unggulan karna memang faktanya banyak informasi yang menggunakan bahasa inggris. Untuk bisa bertahan mengikuti jaman modern kita dituntut banget bisa bahasa Inggris karna penggunaan gawai dan media sosial. Iya kan? Belajar bahasa Inggris bukan sesuatu yang mewah lagi karna memang sudah menjadi kebutuhan.

Boleh mengajari anak bahasa kedua dengan SYARAT anak sudah paham dan bisa berkomunikasi dengan BAHASA UTAMA. Lalu batasan umurnya kapan? Sebagai orang tua yang mendampingi anak seharusnya kita lebih tahu. Mungkin bisa dimulai saat anak usia 2 tahun sampe 5 tahun, pokoknya kalo bisa dibawah usia 6 tahun karna daya inget anak di usia emas itu bagus banget. Meski begitu, tetep nggak ada yang terlambat dalam belajar. Cuma lebih cepet lebih baik. Anak mampu menampung ribuan kosakata baru. Jadi kita juga harus PD ngomong bahasa inggrisnya. Kalo dia belum mau mengucapkan, setidaknya dia pernah mendengar.

3. Cara Mudah Belajar Bahasa



Dimulai dari apa yang dia suka, sesuatu yang kita suka juga akan sangat mudah diterima dan dipahami kan. YES. Ngajarin anak baca tulis, membaca, bahasa atau apapun juga harus dimulai dari yang dia suka. Misal nih si anak suka banget sama serial PEPPA PIG, kita bisa membahas tentang peppa pig dengan bahasa kedua. Kosakata/ vocabulary itu penting banget, karna si anak harus mengerti arti dari apa yang sedang dibicarakan sekalian kalo belajar kosakata itu sama pengucapan yang bener. Kedua baru tuh belajar grammar (susunan bahasa) supaya anak juga nggak salah menyampaikan maksud. Kata siapa grammar itu nggak penting, ya PENTING banget donk. Salah grammar juga salah maksud lho. Misal kita mau nyeritain kejadian lampau, eh kita malah pake grammar future. Lha kan nggak nyambung. Sayang banget lah kalo belajarnya setengah-setengah, Nanti jadinya tuh mengerti bahasanya tapi nggak bisa ngomongnya. Kebanyakan gitu.

Langsung menggunakan dua bahasa sekaligus. Misal nih kita bilang "Can I help you?" langsung disambung pake bahasa Indonesianya "Bisa aku membantumu?". Semacem itu ya contoh sederhananya. Pemilihan bahasa bisa flexible banget sesuai percakapan dalam keluarga. Kalo kalian pengen ngajarin pake bahasa Inggris British banyakin nonton PEPPA PIG. Kalo mau yang American, bisa pake film dari produknya Disney.

Tentang speech delay itu tidak ada hubungannya dengan bilingual. Udah titik nggak mau bahas lagi.
Udah pernah aku bahasa di second language 

Semua teori udah diterima kan sekarang tinggal prakteknya. Yang kita baca itu nggak akan berguna kalo kita nggak praktekin. Sering-sering ngajak ngobrol si kecil ya. Orang tua juga wajib banget mendampingi anak dalam belajar bahasa, supaya nih kalo ada yang keliru biar segera diperbaiki, bukan malah jadi kesalahan yang memfosil. lol.

Begitu kira-kira yang bisa aku bagikan tentang pengalamanku sebagai guru les bahasa. BTW aku sebel banget sama orang tua yang ngelesin anaknya bahasa inggris cuma untuk ngerjain PR si anak. Ya buat apa gitu lho, dia bisa kerjain sendiri kok. Makanya sampe sekarang aku males nerima murid yang ekspektasinya pada nilai bahasa inggris di sekolah. Karna buatku nilai bahasa inggris disekolah itu akan jadi lebih baik, kalo si anak PAHAM-MENGERTI bahasa itu sendiri. Jadi kalo mau anaknya bisa bahasa inggris tuh mending dibagusin pondasinya. Nilai bahasa inggris di rapor dapet 90 tuh bukan jaminan anak itu bisa berbahasa inggris. Kebanyakan sih pasif, cuma mengerti artinya tapi sulit menimpali kalo diajak bicara.


Semoga bermanfaat buat yang lagi galau tentang ngajarin bahasa ke anak.



Comments

  1. Bener banget, apa aja Bahasa Inggris... Saya juga babak belur gegara ga ajarin dari kecil... !!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts

Sweet