Adsme

Menikah Berbeda dengan Berumah Tangga

Mengambil keputusan menikah dan berumah tangga itu sebuah pilihan. Ada orang yang ingin menikah secara status saja tapi tidak berencana membangun rumah tangga. Menikah dan berumah tangga adalah hal yang berbeda.

Pada dasarnya menikah adalah berbagi rasa tentang kehidupan dengan lawan jenis yang spesial. Inget ya lawan jenis bukan sesama jenis. In the first of all God create Adam and Eve, not Adam and Steve right? Ternyata ada lho orang yang hanya ingin MENIKAH saja tapi enggan berumah tangga. Hanya karna sebuah status. Mereka memang menikah secara sah. Namun in real life mereka tidak berlaku layaknya suami istri. Dari mulai nggak tinggal serumah, mengambil keputusan sendiri-diri, hidup masing-masing, jarang banget ketemu apalagi intens berkomunikasi sampai tidak memprioritaskan pasangan, tidak ada kepedulian terhadap pasangan. Mungkin kebanyakan kasus seperti ini karna terpaksa menikah. Terus buat apa nikah kalo terpaksa, apalagi nggak satu visi misi? Ya kali nikah enteng banget kalo nggak cocok tinggal di undo aja. Kembali lagi mungkin karna kecelakaan atau kebanyakan denger bullshit questions orang "kapan nikah?". Kalo pernikahan kalian nggak bahagia bahagia amat, ngapain nanya sampe mengiring opini bahwa menikah akan selalu bahagia.


Lalu apakah sama dengan LDM (long distance marriage)? Beda. Komunikasi jadi pembeda antara menikah saja dengan LDM.

Yang lagi LDM pada lega semua kan.
Kalo LDM mereka memang berada di tempat berbeda karna pekerjaan atau suatu alasan misal istri setelah melahirkan harus diboyong ke rumah orang tua agar ada yang menjaga, biasanya terjadi saat punya anak pertama. LDM juga memprioritaskan pasangan, intens komunikasi, ada jadwal untuk saling bertemu dan masih banyak hal bahagia yang bisa dilakukan bersama meski di tempat berbeda. Yang pasti memiliki rasa RINDU sama pasangan. Kalo nggak rindu, mungkin aja sudah bosan dan ada yang lebih diprioritaskan. Ada kehidupan pernikahan berupa dukungan, komunikasi, rutinitas kekeluargaan, hanya berbeda tempat saja. LDM bisa berantakan kalo tidak ada komunikasi yang baik. SALUT untuk yang tetep langgeng LDM. Kalian perlu dapet penghargaan dari genius world record. Versiku. Lol.

Apakah yang nggak LDM nggak perlu menjaga komunikasi, tentu perlu donk. Sangat. Kunci dari suksesnya pernikahan itu adalah KOMUNIKASI. Kurang komunikasi bikin emosian, nggak produktif, stres. Coba aja kalo nggak percaya. Lol.

Tentang berumah tangga, ada beberapa orang yang berumah tangga tapi juga enggan menikah. Meski itu jelas bukan budaya timur yang kita anut, tapi nyatanya banyak public figure yang berumah tangga tapi tidak menikah. Sampe punya anak juga lho. Karna memang untuk sebagian orang merasa bahwa pernikahan itu sangat sakral, harus banget cari orang yang sempurna untuk selamanya. Tapi kalo di gabungkan dengan budaya timur kita, rasanya kurang pas menyebutnya berumah tangga. Lebih tepatnya hidup bersama. Pesepakbola terkenal asal Portugal CR7 sudah punya anak meski belum berumah tangga, dikutip dari liputan 6.  Dari Indonesia dilansir dari tribun news Steve Emmanuel dan Andy Soraya masuk dalam deretan publik figur yang hidup bersama dan memiliki anak meski tidak menikah

Lalu sebenernya kayak gimana sih menikah dan berumah tangga itu seharusnya :
1. Komitmen untuk menikah
2. Komunikasi yang baik
3. Ada hak dan kewajiban yang dipenuhi antar pasangan
4. Dukungan, cinta, kasih sayang
5. Memiliki tujuan bersama
6. Bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik

Jadi relationship yang sedang kalian jalani yang mana?
1. Menikah saja
2. Long Distance Marriage
3. Hidup bersama
4. Menikah & berumah tangga

Pernah nggak sih ngerasa kalo lagi sumpek karna kerjaan pasti pengen banget kan cerita sama pasangan terus direspon, nyari solusi bareng-bareng. Butuh didukung, dipeluk, dikuatkan dan disayang. Nyatanya banyak pasangan yang udah menikah bertahun-tahun tidak mendapatkan ini dari pasangannya. Sedih kan ya. Apalagi yang berjauhan, apa iya video call cukup menggantikan. Mungkin bisa sedikit mengobati. Lha tapi sampe kapan? Dari anak kita TK sampe lulus SMP? Enggak kan. Inget LDM itu hanya berlaku temporary dan memang karna tujuan penting. Bukan malah emang sengaja LDM buat menghindari pasangan. Kalo udah nggak ada ritual saling dukung, hambar banget sampe nanti tua. Apakah kalian bahagia menjalani sisa kehidupan kayak gini. Kerja-pulang-kerja-pulang-repeat sampe tua terus MENINGGAL.

Just it.

Memilih pasangan hidup itu nggak bisa model beli kucing dalam karung, kita benar-benar harus tahu karakter dan sifatnya. Sifat dan karakter itu bisa berubah tapi SULIT. Jangan pernah ngarep dia berubah nanti setelah menikah, yang ada nanti banyak kecewanya. Karna berubah itu bukan karna siapa-siapa, tapi memang dari dalam diri sendiri. Salah pilih pasangan sama kayak salah milih jalan. Berasa nyemplungin diri ke jebakan batman. Memilih itu boleh tapi juga perlu mengukur kapasitas diri. Nggak muluk-muluk juga pengen nikah sama salah satu member boy band Korea. Sampe lebaran keong juga nggak bakal kejadian. Kecuali kalian bisa ngimbangin porsi sosial mereka.

Menikah dan berumah tangga juga nggak selamanya mulus. Namanya relationship dengan orang tua, pasangan, anak, sahabat juga pasti ada berantemnya, tapi itu cukup menjadi bumbu yang natural aja nggak usah dipancing-pancing biar ada. Permasalahan dalam rumah tangga itu wajar dan normal intinya sih kalian masih hidup dan bertumbuh dalam sebuah hubungan. Tergantung dengan cara kita menyikapi sebuah permasalahan saja. Apa kita akan cari kambing hitam, pembenaran atas kesalahan diri sendiri atau mencari solusi.

Menikah dan berumah tangga bukan untuk menyenangkan pihak lain. Melainkan untuk kebahagiaan diri kita sendiri, orang lain boleh berkomentar, memberi masukan, tapi tetep donk kita sebagai pengambil keputusan.

Enjoy your life, give your best time for your family. Be happy and stay healthy.

Comments

  1. Nice sharing mbak elsa, as always. Doakaan semoga nanti saat waktunya tiba, bisa bangun menikah dan membangun rumah tangga yang samawa. Aamiin 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahh terima kasih sudah mampir mbak lucy. Aamiin, setiap orang akan menemukan jalan terbaiknya. Aamiin

      Delete
  2. Thanks ilmunya kak, bermamfaat sekali bagi yang belum menikah ini hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak Amirotul. Iya betul banget, karna kita harus melek kenyataan. Yang jalanin kita lho bukan orang lain.

      Delete
  3. Lengkap banget bahasannya... LDM memang nggak bisa disamakan dengan non-LDM. Karena kebutuhan emosional setelah menikah itu berbeda dengan sebelum menikah. Makanya tdk bisa disamakan juga antara menikah dan hidup bersama. Ibaratnya kalau sudah menikah ada 'perjanjian' tidak tertulis lahir batin kepada Tuhan juga, bahwa akan bersama-sama pasangan menghadapi kehidupan dan lika-likunya. Kalau menikah tapi LDM terus, lama-lama kebutuhan emosional itu jadi hambar dan pernikahan pun tidak lagi bermakna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menikah adalah diskusi kompleks tentang memenuhi kebutuhan emosi pasangan. Seimbang disetiap sudut itu perlu biar nggak tenggelam dilautan masalah.

      Delete
  4. Wah.. kalau saya malah belum menikah mbak, padahal usia udah kepala 3,

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts

Sweet