Adsme

5 Hal Mengatasi Anak Terambat Bicara

Selama 30 hari kedepan aku akan mencoba memberi stimulus anakku yang sedang belajar berbicara. Bayi perempuan, 16 bulan. Pertama, aku punya riwayat late talker yang baru bicara usia 3.5 tahun dengan kata pertama "a...am" (ayam). Kedua, karna aku sempat sibuk dengan pesanan kue jadi aku perlu memberi hiburan ke anakku serial TV anak-anak. Damn. Aku baru benar-benar menyadari ada yang salah ketika anakku minim interest dengan berbicara. Aku sama suami sepakat bahwa memang anak punya kelebihan masing-masing. Untuk anak usia 16 bulan, dia cukup berani dan aktif untuk urusan berlari, melompat dan memanjat. Mungkin karna usia 9 bulan dia sudah bisa berjalan. Jadi jalannya nggak sempoyongan. Bahkan usia 13 bulan dia sudah bisa bersepeda.


Tapi mendengar anak seumurannya sudah mulai berbicara, ada tanda tanya dibenakku. Kenapa anakku belum bicara ya? Apa yang salah dengan anakku? Bagaimana solusinya?

Dulu aku berpikiran bahwa semua anak akan berbicara pada waktunya. Tapi aku lupa bahwa anak perlu stimulus untuk berbicara. Masa kecilku yang terlambat berbicara bukan menjadi toleransi untuk anakku melambat juga. Pasti harus jadi lebih baik. Ya benar anakku kurang stimulus, karna banyak waktunya dia untuk menonton serial TV. Bukan TVnya yang salah, tapi aku yang tidak mengontrol dari awal. Memang aku egois, sekarang aku mau berusaha memberi stimulus. Aku juga berusaha menikmati prosesnya. Masih ada 8 bulan lagi untuk mencapai target. Artinya waktunya cukup panjang jika dimanfaatkan dengan baik. Mari kita mulai.

1. Matikan TV/ Tablet/ HP
Memang ya serial TV/ video YouTube yang ditonton sama anak-anak itu menarik. Bahkan aku aja suka. Selain bikin anak anteng, kita nggak perlu capek untuk menghibur. Tapi baru deh aku ngerasain sendiri efek sampingnya. Karna sebenarnya anakku belum terlalu addict sama TV, jadi cukup mudah nyetop kebiasaan nonton TV

2. Bernyanyi Bersama
Kegiatan ini jadi pengganti serial TV. Selama seharian aku bernyanyi dan anakku mulai berceloteh di hari pertama aku mencobanya. Pilihan lagu berbahasa Inggris : Up, down and shake. Good morning, The wheels on the bus, Incy wincy spider, Twinkle twinkle little stars, If you're happy, Head shoulder knees and toes, Old macDonald had a farm. Pilihan lagu berbahasa Indonesia : Bintang kecil, Pelangi, Cicak-cicak di dinding, Balonku.

3. Flashcard
Flashcard ini cukup membantu juga selain melihat gambar anak juga otomatis menambah kosakata. Aku menggunakan 2 bahasa sekaligus bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Karna bahasa Inggris lebih mudah dan simple tapi kebutuhan anakku juga bahasa Indonesia. Contoh sederhananya ketika menunjukkan flashcard hewan : anjing (dog), kucing (cat), sapi (cow), babi (pig), kelinci (rabbit), kambing (goat), domba (sheep). Pengucapan dalam bahasa Inggris cukup dengan 1 syllable. Pertama aku menunjukkan gambar, mengucapkan dalam bahasa Inggris kemudia bahasa Indonesia, jika flashcard tentang hewan maka aku juga menirukan suara hewan

4. Berkomunikasi saat makan
Kalo kebanyakan orang akan menolak metode ini, justru sebenarnya ini sangat membantu anak untuk berbicara. Dengan percakapan sederhana. "Enak?", "Mau lagi?", "Manis?", menunjuk sayur dan menyebutkan namanya "adek suka wortel?". Sederhana tapi anak membutuhkannya. Anakku langsung mengangguk tanda, kalo dia tidak suka dia akan bilang "nananana" sambil menggerakkan tangannya tanda tidak mau.

5. Posisi Bicara yang Sejajar
Posisi eye contact yang benar adalah ketika mata kita sejajar dengan anak. Mungkin perlu jongkok, duduk, dll. Eye contact perlu untuk meningkatkan fokus anak terhadap lawan bicara. Apalagi anak sedang membutuhkan gerak bibir kita, gerak bibir juga akan membantu anak dalam mengucapkan kata dengan benar.

Bicara dengan anak kecil nggak perlu diimut-imutin, bicaralah sewajarnya karna anak perlu mendengar kata atau kalimat yang benar. Selain menghindari anak cadel, juga membantu anak di step berikutnya, ketika mereka belajar membaca.

Sekian dulu tips yang bisa kubagikan.
🍋

Comments

Popular Posts

Sweet