Adsme

Konsep Jodoh

Halo Oktober,
Diusiaku yang sudah seperempat abad ternyata sudah semakin berkurang acara kondangan, karna temen-temen udah banyak yang nikah. Beberapa orang sudah mengakhiri masa lajang mereka, bertemu dengan kehidupan pernikahan yang ternyata bukan relationship goal. Karna ya menghabiskan setengah abad dengan orang yang sama, dengan karakter yang begitu adanya juga bukan hal yang mudah tapi juga nggak rumit rumit banget kok.


Konsep jodoh itu sebenernya nggak senaif yang orang biasa katakan "kalo jodoh nggak kemana?". Eh gimana gimana? Menurut sudut pandangku kayaknya kalimat itu terkesan males banget. Nggak perlu diusahakan lalu jodoh akan datang sendiri. Hmmm kan halu deh. Kan juga butuh usaha. Tuhan itu pasti sibuk banget ya ngurusin banyak hal mulai perang, kelaparan, bencana alam. Eh masih juga kita ribetin persoalan jodoh. "Dasar manusia manja!" Untung Tuhan nggak judes kayak aku.

Kadang sebel aja sih sama temen yang suka ngeluh soal jodoh tapi dirinya kayak kurang usaha dan selalu beranggapan "kalo jodoh nggak kemana". Tuhan mungkin udah ngasih beberapa petunjuk bahkan beberapa pilihan tapi karna kitanya yang super milih tapi lupa ngaca. Realistis aja donk, nggak usah ngarep pasangan yang sempurna kayak di drama. Ya mungkin jodohnya memang untuk orang lain yang memang berusaha. Berusaha itu macem-macem bentuknya yang paling ringkas adalah berusaha memantaskan diri. Tapi dibalik memantaskan diri itu ya ada perjuangan menjadi versi terbaik dari diri kita, mengatur pola pikir, cara bicara, memberanikan diri membuka hati, memberanikan diri berkenalan, dll. Di era yang serba digital ini, nggak sedikit orang yang berjodoh lewat game, situs chatting dan sosial media.

Berjodoh itu bukan seutuhnya diri kita diterima pasangan dan pasangan seutuhnya menjadi dirinya sendiri. Enggaklah, pasti kedua orang yang berusaha ini saling ngepasin satu sama lain. Berjodoh juga nggak sesederhana "dia nerima aku apa adanya". Pasti ada usaha yang sama-sama diberikan agar bisa saling cocok. Cuma juga nggak mengada-ada terus jadinya berpura-pura ya. Kalo udah usaha tetep aja nggak cocok yaudah boleh nyerah.
Konsep matematika jodoh itu bukan 1 + 1 = 1, atau 1 + 1 = 2 tapi 1/2 + 1/2 = 1.

Aku dan suami sama-sama harus merelakan sebagian dari diri kita hilang. Merelakan sebagian cita-cita, ego, masa muda yang  masih pengen main untuk menuju ke tujuan yang sama. Aku dan suami adalah kunci utuh yang harus rela dipotong sebagian untuk bisa membuka gembok. Coba bayangkan jika kunci itu sama-sama tidak mau merelakan bagian dari dirinya hilang. Maka gembokpun tidak akan terbuka atau mungkin kunci akan patah.

Lalu perjalanan kunci tak hanya sampai membuka satu gembok, tapi juga merawat dirinya agar tidak berkarat, saling melengkapi dan mengurangi bagian yang kurang pas agar tetap bisa membuka gembok yang lain.

Untukmu yang sedang berada di kriris asmara, cinta itu perlu usaha 💙. Usaha untuk mendapatkan, mempertahakan dan memperbaiki.

Comments

Popular Posts

Sweet